GATICORP

Wawasan

Semua Wawasan

Kumpulan artikel, refleksi, dan pemikiran strategis dari ekosistem GATICORP.

Fintech Harus Membuktikan Dampak

Digital

Fintech Harus Membuktikan Dampak

Fintech Indonesia sudah melewati fase ketika pertumbuhan user, transaksi, dan penyaluran dana cukup menjadi ukuran keberhasilan. Pertanyaan berikutnya lebih sulit: siapa yang benar-benar memperoleh akses baru, apakah biaya turun, apakah produktivitas membaik, dan apakah modelnya tetap sehat?

Baca Wawasan→
QRIS 0% dan Ekonomi Transaksi Kecil

Digital

QRIS 0% dan Ekonomi Transaksi Kecil

Mulai 1 Oktober, MDR QRIS 0% diperluas untuk transaksi hingga Rp100.000. Bagi merchant, penghematan itu nyata—tetapi profitabilitas tetap ditentukan oleh margin produk, biaya operasional, reconciliation, dan kualitas proses pembayaran secara keseluruhan.

Baca Wawasan→
Discovery Commerce: Produk Menemukan Pembeli

Digital

Discovery Commerce: Produk Menemukan Pembeli

E-commerce tidak lagi hanya menunggu konsumen mengetik nama produk. Konten, live shopping, recommendation feed, dan creator dapat membawa produk langsung ke depan calon pembeli. Bagi UMKM, peluang visibility membesar—tetapi GMV, margin, inventory, dan ketergantungan platform tetap harus dihitung.

Baca Wawasan→
Rupiah Digital Bergerak ke Infrastruktur

Digital

Rupiah Digital Bergerak ke Infrastruktur

Rupiah Digital belum diluncurkan kepada publik. Namun Project Garuda telah bergerak dari white paper dan konsultasi menuju eksperimen teknologi wholesale, sementara BI kini mendalami Wholesale Securities Ledger. Isunya bukan sekadar uang digital baru, tetapi bagaimana uang bank sentral dapat berinteraksi dengan infrastruktur pasar keuangan masa depan.

Baca Wawasan→
Dari Payment ke Open API

Digital

Dari Payment ke Open API

Pembayaran digital sudah luas. Tahap berikutnya adalah integrasi: bagaimana transaksi mengalir dari payment ke POS, accounting, ERP, treasury, dan layanan pelanggan tanpa menciptakan fragmentasi baru. SNAP memberi bahasa standar, tetapi value bisnis tetap bergantung pada governance, security, data, dan kualitas implementasi.

Baca Wawasan→
Deadline PSE: Siapa yang Bertanggung Jawab?

Digital

Deadline PSE: Siapa yang Bertanggung Jawab?

Komdigi memberi 25 PSE hingga 22 September untuk memenuhi kewajiban pendaftaran. Isunya lebih besar daripada satu deadline: banyak perusahaan memiliki website, aplikasi, portal, dan platform yang tersebar antarunit tanpa satu inventory regulasi yang jelas. Siapa sebenarnya bertanggung jawab?

Baca Wawasan→
Pembayaran Digital: Apa Tahap Berikutnya?

Digital

Pembayaran Digital: Apa Tahap Berikutnya?

Pembayaran digital Indonesia sudah mencapai skala besar. Pertanyaan berikutnya bukan lagi berapa banyak merchant menerima QRIS, tetapi apakah pembayaran digital benar-benar memperbaiki settlement, rekonsiliasi, cash-flow visibility, customer retention, cross-border commerce, dan produktivitas bisnis.

Baca Wawasan→
PP TUNAS Mulai Ditegakkan: Mengapa Pelindungan Anak Harus Masuk ke Desain Produk Digital sejak Awal

Digital

PP TUNAS Mulai Ditegakkan: Mengapa Pelindungan Anak Harus Masuk ke Desain Produk Digital sejak Awal

Enam bulan implementasi PP TUNAS mulai mengubah pelindungan anak dari isu parental control menjadi tanggung jawab product governance. Age assurance, privacy-by-default, profiling, risiko adiksi, hingga desain fitur kini masuk ke wilayah yang harus dinilai sebelum produk digital digunakan anak.

Baca Wawasan→
Transaksi Digital Makin Besar, Risiko Scam Ikut Naik: Apa yang Harus Dilindungi Bisnis?

Digital

Transaksi Digital Makin Besar, Risiko Scam Ikut Naik: Apa yang Harus Dilindungi Bisnis?

Indonesia Anti-Scam Centre telah menerima lebih dari 637 ribu laporan sejak beroperasi dan memblokir lebih dari 607 ribu rekening hingga Juli 2026. Bagi bisnis, perlindungan transaksi digital tidak cukup dengan mengingatkan karyawan agar “lebih hati-hati”. Yang dibutuhkan adalah kontrol pembayaran yang membuat satu pesan palsu sulit berubah menjadi transfer nyata.

Baca Wawasan→
Bisnis Punya Banyak Data, tapi Sedikit Insight: Mengapa Data Hygiene Menjadi Fondasi AI dan Dashboard

Digital

Bisnis Punya Banyak Data, tapi Sedikit Insight: Mengapa Data Hygiene Menjadi Fondasi AI dan Dashboard

POS, marketplace, QRIS, CRM, accounting, dan analytics membuat bisnis menghasilkan data lebih banyak dari sebelumnya. Tetapi tanpa ID yang konsisten, transaksi yang dapat direkonsiliasi, master data yang jelas, dan ownership, dashboard hanya memvisualisasikan kekacauan—dan AI dapat mempercepatnya.

Baca Wawasan→
AI Semakin Bisa Bertindak, Bukan Hanya Menjawab: Batas Otoritas Apa yang Harus Dibuat Perusahaan?

Digital

AI Semakin Bisa Bertindak, Bukan Hanya Menjawab: Batas Otoritas Apa yang Harus Dibuat Perusahaan?

AI mulai bergerak dari sistem yang memberi jawaban menjadi sistem yang dapat menjalankan tindakan. Bagi perusahaan, isu berikutnya bukan sekadar kemampuan AI, tetapi siapa yang memberi izin, tindakan apa yang boleh dijalankan, dan siapa yang bertanggung jawab ketika sesuatu berjalan salah.

Baca Wawasan→
Dashboard Harian Bukan Hiasan: 7 Data Pelanggan yang Lebih Berguna daripada Sekadar Revenue

Digital

Dashboard Harian Bukan Hiasan: 7 Data Pelanggan yang Lebih Berguna daripada Sekadar Revenue

Revenue memberi tahu apa yang sudah terjadi. Dashboard yang benar-benar berguna membantu bisnis memahami mengapa itu terjadi dan apa yang mungkin berubah berikutnya. Tujuh metrik pelanggan ini dapat memberi sinyal lebih dini tentang pertumbuhan, retensi, dan risiko.

Baca Wawasan→